Jumat, 07 Desember 2012

Gulai Daun Ubi Keriting

Ngomong-ngomong soal lauk pauk, saya ini sering diketawain sama suami, gara-gara kalo makan, menunya kayak anak kecil, misal goreng/rebus brokoli, bakso, nugget, dkk. Dulu awal nikah, sering ga nyambung, kalo diajak ngobrol tentang nikmatnya jangan lodeh or gori (sayur nangka muda-red), sedapnya tumis sawi putih, tongseng, brongkos, rawon, sambel krecek, oseng-oseng tempe lombok abang, dan sebagainya. Setelah nikah, mau tidak mau ya belajar cara bikinnya... apalagi setelah punya anak dan harus menjalani fase menyusui. Yaaa...harussss mau makan sayur!
Alhamdulillah,  people must change for a better future, rite? and I did :D

Naah... mumpung merantau di tanah sumantrah... mumpung kenal dengan yang namanya daun ubi keriting, yukk bikin gulai ala jogja (baca: lidah saya *LOL*).
Alhamdulillah, Hanun doyaaaaan... :)



Boleh tambahkan irisan cabe merah, jika suka, kalo saya tidaaak...karena Hanun ga gitu suka pedes2  :)

Resepnya pakai takaran kira-kira yaa...

Bahan:
1 ikat daun ubi keriting (rebus dulu dengan: minyak goreng/zaitun+garam, sampai layu/empuk sesuai selera)
0,5 liter santan sedang
2 sdm bumbu gulai instan (pakai bumbu asli lebih baik :p)

5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 genggam ebi, cuci bersih, tiriskan
garam, gula pasir, gula merah secukupnya


Pelengkap: bawang goreng dan tomat

Cara membuat:
Haluskan duo bawang (diiiris juga boleh), tumis bersama ebi, dan bumbu gulai. Jika telah wangi dan matang, tambahkan air (pakai kaldu lebih sedap), tambahkan garam, gula, lalu masukkan daun ubi yang telah empuk. Tambahkan santan dan gula merah (saya pakai gula aren asliiiii impor dari jawa ^_^). Masak sampai bumbu meresap dalam daun. Matikan api, sajikan dengan tomat dan bawang goreng.

Praktis kaaan? *praktis opo malees??* :D

Met mencobaaaaa......:)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar