Jumat, 03 Oktober 2014

Bolu Kukus Gula Merah

Sebelumnya tidak berminat mencoba resep bolkus bergula merah, saya pikir rasanya membosankan dan amis. Tapi entah kenapa...kemaren pingiiin bikin, mumpung punya gula palem halus sebungkus.


Akhirnya memutuskan untuk pakai resep yang ini:


BOLU KUKUS GULA MERAH
source : Vivi Liong
Bahan :
500 gr tepung terigu
400 gr gula merah rebus dengan 400 ml air
100 gr gula pasir
2 butir telur
1 sdt baking powder
1 sdt soda kue
250 ml minyak sayur
seujung sendok teh emulsifier (untuk menyingkat waktu, karena bikinnya sebelum subuh, takut tidak terkejar jadi bekal sekolah)
mises untuk taburan


Cara membuat :

1. Kocok telur, gula pasir, baking soda dan baking powder sampai lembut dan mengembang.
2. Masukkan satu persatu larutan gula merah bergantian dengan tepung terigu dan minyak sayur sambil diaduk rata.
3. Tuang ke dalam cetakan hingga agak penuh.
4. Taburi mises.
5. Kukus selama kurang lebih 25-30 menit hingga kue merekah, angkat.

Setelah dicoba, ternyata...tidak menyesal...:)
Untuk bekal Hanun, saya bikin versi mini...'mekrok'nya tidak maksimal sih, huhuhu...bikinnya buru-buru...



Yang coklat2 di atas itu mises yang melumer...  



Eeh, tetep ludesss....dimakan rame2 sama temen2nya...hihihi... #happy mom

Ini versi ukuran sedangnya.... buat sarapan...




Hasilnya lembuuut bangeeet, sengaja saya sisain untuk esok harinya...dan tetepp lembut juga. Rasanya legit, tidak amis,  dan saking lembutnya...tanpa dikunyah pun gigitan bolunya bisa hancur hanya dengan tekanan lidah... hohoho..

Pas buat bontot sekolah. Cocoook jadi teman ngopi di pagi hari.
Yang jelas, Halwa (2y2m) bolak-balik ke dapur, tambuuh terus, hihi...


Alhamdulillaah.

Met mencoba ya, rencangs :)

Donat Kabocha (Labu Jepang)


Dengar nama Kabocha (Labu Jepang), langsung teringat MPASI (Makanan Pendamping ASI) favorit Hanun dan Halwa, dulu di usia 6 bulan ke atas. Biasanya saya bikin puree atau dipotong kecil2 dicampur sayuran lain. Labu ini berwarna orange terang, baik kulit maupun isinya. Karena ada juga jenis labu kuning (biasanya jenis lokal) yang dagingnya berwarna kuning pucat. Kabocha ini konon banyak manfaatnya. Selain kandungan vitamin A, C, dan kalsium yang tinggi, kabocha  mencegah sejak dini terserang penyakit jantung dan kanker. Yang jelas, rasanya manisss alami dan lembuuut... jadi anak2 suka :)

Di Siantar, cukup susah mencari labu kuning yang berwarna orange terang luar dalam... kebetulan di akhir pekan saya 'nemu' di sebuah supermarket, wahh...senang sekali...jadi ada ide buat bikin bekal sekolah Hanun deh.... Donat Kabocha, hehe...

Ini hasilnya... 


Teksturnya lembut dengan warna kuning alamiiii.....





Fotonya gelap, karena motretnya buru-buru, sambil nunggu jemputan bus, di pagi2 yg mendung :) 

Hasilnya empuuk... cuma mungkin kurang manis buat yang suka manis... jumlah gulanya bisa ditambah, saya pakai resep mbak Ricke.

Donat Kabocha

Bahan :
150 gr labu kuning kukus, haluskan
200gr tepung terigu protein tinggi (saya pakai Cakra)
100gr tepung terigu protein sedang (saya pakai Segitiga  Biru)
20 gr susu bubuk
6 gr ragi instant
30 gr gula pasir
2 kuning telur
1/2 sdt vanila essens
30 gr butter (margarin juga boleh)
1/2 sdt garam


50 ml susu cair dingin (tuang sedikit2 ya...tidak harus terpakai semua, tergantung kadar air labu yang digunakan, kalau sudah cukup kalis, hentikan penambahan susu cair ini atau jika kurang cairan bisa ditambahkan)

Cara membuat :
1.Tepung terigu, susu bubuk, ragi dan gula pasir, campur dalam sebuah wadah, hingga rata.
2. Masukkan kuning telur, vanilla dan labu kukus, uleni hingga tercampur rata.
3. Tambahkan susu cair sedikit demi sedikit.
4. Masukkan butter/margarin dan garam, uleni hingga adonan kalis (tidak menempel di tangan dan cukup elastis)
5. Setelah adonan kalis, bentuk bulat lalu tutup dengan plastik wrap atau serbet bersih, diamkan selama 30 menit.
6. Kempiskan adonan, kemudian bagi menjadi masing-masing +- 30 gr, bulatkan, kemudian istirahatkan kembali selama 15 menit dalam loyang yang sudah diberi tepung terigu tipis.
7. Panaskan minyak untuk menggoreng.
8. Lubangi bagian tengah dengan sumpit, lalu goreng sampai matang. Dinginkan.
9. Sajikan dengan gula donut atau hiasi dengan coklat batang yang dilelehkan, seperti ini....




Karena donatnya kurang manis.... buat yg suka manis2 silakan ditambahi topping coklat lemon seperti ini...

Sisa dough donat saya coba simpan di lemari es, lalu saya bentuk lagi esok harinya dalam versi bentuk sate, tapi tanpa tusuk, karena miriiis kalo malah melukai anak di sekolah.



Kali ini toppingnya pake DCC coklat...
Bikin donat Kabocha ini kudu sabarrrr dan siap menerima hasil yang ada lho ya...alias tidak boleh putus asa kalau gagal, apalagi marah2...qiqiqi...coba lagi... coba lagi...

Pokoknyaa jangan berhentiiii sebeluuum... dapat satu hadiah.
Apaa? Uang? Bukan.  Pujian? Bukan.
Orderan? Bukan. Jadi..?
Jadiiii....jangan berhenti sebeluuum melihat kotak bekal anak kita kosong alias habiiiis....
Buat saya, itu hadiah besarnya.
Rasanya senaaangggg pake bingits... perjuangan malem2 nguprek di dapur terbayar sudah... apalagi pas anak cerita teman2nya ikutan makan....daaan sampe rumah minta lagiii....whaaaa.....capeknya hilang! #emak norak #yo ben :D


Alhamdulillah... akhir kata, met mencoba ya :)
































































































Kamis, 10 April 2014

Semur Tomat isi

Setelah libur, biasaaaa... jadi males masak, males belanja (ga libur juga males ding, hihii..).
Tapi jam gak bisa ditunda jalannya, anak n suami segera pulang makan siang.
Lirik keranjang ada tomat 5 buah hasil metik pohon tomat samping rumah. Di kulkas masih ada sekepal daging sisa sayur kemaren.
Jadilah...hidangan simpel, Semur Tomat Isi.


Alhamdulillaah, anak2 makan banyaaak... langsuuung pada tidur pulaaas kekenyangan, suami juga bilang enaaakk....#aseeek#,  hilang deh capeknya :)

Ini penampakan tomat isi kalau dibelah..isinya kayak rolade tapi lembuuuuut.....uhuuy ^_^
Begini resepnya :

Semur Tomat Isi
Bahan:
5 butir tomat ukuran sedang
100-150 gram daging sapi tanpa lemak (giling halus dengan chopper)
3 butir kentang
setengah butir bawang bombay ukuran sedang, iris tipis
3 siung bawang merah + 2 siung bawang putih, haluskan---> untuk adonan isi
5 siung bawang merah+3 siung bawang putih, haluskan-->untuk kaldu semur
1 batang bawang daun, iris tipis
1 butir telur ayam kampung (karena kuning telurnya besar, biar lembut hasilnya)
3 sdm munjung tepung terigu serbaguna
3 sdm munjung tepung sagu (bisa pakai tapioka)
lada hitam bubuk, secukupnya
pala, sejumput
garam, gula pasir, kecap, secukupnya

Cara membuat:
#Adonan isi:
Tomat cuci bersih, potong bagian atasnya, keruk isinya, sisakan lapisan daging buahnya.
Campur: daging giling+duo bawang+lada hitam+garam+gula pasir+tepung terigu+sagu+telur, aduk rata. Masukkan adonan isi ini ke dalam badan tomat, menggunakan sendok teh, sedikit-sedikit, hiasi dengan potongan cabe merah. Lalu letakkan dalam wadah kaca/mangkuk plastik aman, kukus sekitar 10 menit, untuk mematangkan daging. Angkat, jangan buang air yang ada dalam mangkuk.

#Semur :
Tumis bawang bombay hingga harum, menyusul duo bawang halus, pala, lada hitam, irisan bawang daun, garam, gula pasir, kecap. Tambahkan air yang ada dalam mangkuk kukusan daging, tambahkan air lebih banyak lagi, masukkan irisan kentang, tunggu sampai empuk. Masukkan tomat isi. Siap sajikan hangat.


Mudah kaaan...selamat mencoba :)









Selasa, 08 April 2014

Ayam Suwir Kecap


Menu ini lumayan jadi favorit di rumah. Baru disuwirin aja, anak-anak dah bolak balik ke dapur, nyemilin :D

Cukup praktis buat emak2 yang males masak *tunjuk diri sendiri* :p.

Resepnya saya tulis dengan takaran kira-kira ya, jadi buat yang mau coba silakan disesuaikan dengan selera dan perasaan masing-masing, hihi...

Ayam Suwir Kecap
Bahan:
0,5-1 kg dada ayam (sokur2 pakai ayam kampung, kalo saya pakai ayam boiler)
+- 100 ml kaldu ayam (air rebusan dada ayam)
1 butir bawang bombay ukuran sedang, potong dadu
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
1 batang daun bawang, iris tipis
3 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
2 sdm saos tiram
1 sdm kecap asin
3 sdm kecap manis
2 sdm gula merah
1 buah cabai merah (sekedar penghangat tenggorokan aja, takut anak2 kepedesan :) )
lada hitam secukupnya
garam, gula pasir secukupnya

Cara membuat:
Rebus dada ayam, tiriskan, suwir-suwir. Goreng sebentar (kalo kelamaan, keras), tiriskan.
Tumis bawang bombay hingga harum, masukkan duo bawang, lada hitam, daun bawang, cabe, daun jeruk, daun salam, gula merah. Setelah harum dan gula merah larut, tambahkan saos tiram, kecap asin, kecap manis. Jangan lupa garam dan gula pasirnya. Tambahkan kaldu ayam, lalu masukkan suwiran ayamnya. Aduk hingga rata dan air meresap kering. Tambahkan kecap manis jika suka.
Hidangkan dengan nasi hangat.

Selamat mencobaa..... :)

Pie Susu Ala Bali

Alhamdulillah, bisa nyicil posting lagi. Beberapa bulan off karena tiada sempat, huhuhu. Sbelum ngetik ini aja, kudu mbersihin coretan si kecil di layar LED monitor komputer dulu, sekali lagi, di layarnya lho ya..bukan di tampilan layarnya, di-grafiti pake bolpen! huaaa :D.

Posting begini, selain sekedar ngisi blog, buat saya bisa jadi relaksasi... melepas penat, bosan, dsb... jadi saya tidak perlu dihipnotis biar jadi relaks, cukup dikasih waktu nulis acakadut begini aja, hihi...
Kali ini saya nyoba bikin Pie Susu yang lagi ngetop di dunia kuliner, sering disebut oleh-oleh khas Bali....saya baru sekali ngerasain Pie asli-nya...kalo dibandingin sama yang ini, berani diadu deh, hehe....yuukkk kita simak tampilan dan cara bikinnya....


Saya bikin beberapa varian topping : original, crispy coklat pink, bluberry, pandan, basket

Untuk resep, basic-nya saya pake resep mba Ricke (makasih ya mba!) dengan modifikasi sesuai selera.

Egg Tart (Pie Susu)

Bahan kulit/crust:
300 gram margarin/butter
2 sdm gula halus (munjung)
3 kuning telur
500 gram tepung terigu protein sedang

Cara membuat:
Campur semua bahan menjadi satu menggunakan sendok kayu hingga adonan berbutir-butir dan tercampur rata. Padatkan dan bulatkan hingga mudah dipulung. Cetak dalam cetakan pie yang sudah dioles tipis dengan margarin/minyak oles loyang. Sisihkan.

Bahan filling:
300 ml susu kental manis .
400 ml air
8 kuning telur, kocok lepas
30 gram tepung custard (saya pakai maizena)
1-2 sdt vanili

Cara membuat:
Setelah susu kental manis dan air diaduk rata, masukkan kuning telur. Kemudian masukkan maizena dan vanili. Aduk kembali hingga rata, saring jika perlu.
Tuang adonan susu ke dalam adonan kulit pie yang sudah dicetak sampai penuh. Panggang dalam oven suhu 160'C selama 45 menit hingga filling set dan menguning.
Angkat dan keluarkan dari oven. Diamkan sekitar 10 menit hingga hangat, baru keluarkan dari cetakan. Dinginkan. Simpan di lemari es/kulkas agar lebih nikmat.

 Selamat mencobaaa.... ya ^_^









Kamis, 05 Desember 2013

Sate Endog Gemak (Sate Telur Puyuh)


Edisi nostalgia. Ini salah satu lauk favorit saya pas kecil.

Buat yang masa mudanya di Jogja dan sering makan di Angkringan, pasti tidak asing dengan menu 'mewah' satu ini. Kalau tidak salah, jaman saya harganya 1000 rupiah per tusuk. Uang segitu biasanya saya belikan Tahu Isi karena bisa dapat 5, hahaa...tapi kalo kebetulan habis gajian dari part timer atau honor ngajar privat, sekali-sekali boleh doong 'sombong' dikit: beli nasi kucing plus si sate endog gemak ini, nikmaaattt... *ini bangga apa meratap ya? qiqiqi... :p*.

Salam kangen untuk Angkringan di depan Kopma UGM, di belakang Gelanggang UGM, dan yang di utara Bunderan UGM. Kayaknya sekarang kok udah pada ga ada semua ya...hiks. Tapi setidaknya di Jl. Magelang masih ada :)

Wes ah...buat yang mau mencoba, terutama perantau yang susaaah nyari beginian...monggo, ini resepnya...

Sate Endog Gemak (Sate Telur Puyuh) ala saya
Bahan :
-30 butir telur puyuh, rebus, kupas, cuci bersih
-5 siung bawang merah
-3 siung bawang putih
-1 sdm ketumbar (disangrai dulu, lebih sedap)
-3 lembar daun salam
-2 ruas jari, lengkuas
-1 batang serai
-100 gr gula merah/gula jawa (bisa lebih, tergantung selera), sokur2 bisa pakai gula asli dari Jogja, maknyusss....
-kecap, secukupnya, kira-kira bisa menambah hitam kuah rebusan
-garam dan gula pasir secukupnya
-air untuk merebus

Cara membuat:
Haluskan duo bawang dan ketumbar. Tidak perlu sampai halus sekali. Masukkan bumbu halus dalam air rebusan, tambahkan serai, lengkuas, daun salam, gula, garam. Tunggu mendidih dan bumbu matang, masukkan telur puyuh, tambahkan kecap, tunggu hingga air berkurang dan telur sudah berubah coklat. Saring, guyur dengan air matang. Tusukkan telur puyuh pada lidi. Sajikan.


Met mencobaaa....














Senin, 02 Desember 2013

Brownies Ekonomis (3 telur)

Banyak varian brownies, ada yang kukus, panggang, super fudge, banyak telur, dan irit telur. Masing-masing punya penggemar. Nah, kali ini saya coba resep brownies irit telur alias ekonomis. Teksturnya agak liat tapi tetep lembut, bahkan sangat lembut sehingga perlu dimasukkan kulkas dulu, sesaat sbelum dipotong. Sangat enak jika dikonsomsi dingin. Kalo saya bilang, rasanya mirip brownies D*nkin D*nut. Teringat, duluuuu tiap beli brownies D*nkin, makannya dikit-dikit, diemut dulu baru dikunyah, takut cepet abiiis, karena harganya cukup mahal buat kantong guru les kayak saya, hihii...insya Alloh, apapun yang sedikit, kalo disyukuri tetep nikmaaat... dan alhamdulillaaah...sekarang bisa bikin sendiri, hehehe...
Yukkk...buat yang mau nyoba, silakan simak resepnya, saya pakai resep dari Chef Budi Sutomo (thanks, Chef!).

Brownies Panggang 3 Telur

Bahan:120 g tepung terigu
200 g margarin
3 butir telur, kocok hingga mengembang
200 g dark cooking chocolate, potong-potong
150 g gula pasir halus/gula bubuk
60 g potongan kacang almond/kenari
¼ sdt garam halus

Cara Membuat:
1.
Campur tepung terigu dengan gula halus, aduk rata. sisihkan.
2. Panaskan margarine hingga meleleh. Masukkan potongan cokelat, dan garam, aduk hingga cokelat meleleh. Angkat, dinginkan hingga hangat.
3. Di tempat terpisah, kocok telur menggunakan mixer hingga mengembang. Masukkan campuran tepung terigu dan gula halus ke dalam kocokan telur sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan spatula plastik hingga rata.
4. Tuang margarin, cokelat dan gula yang telah dilelehkan ke dalam adonan telur. aduk rata. Tambahkan potongan kacang almond/kenari. Aduk rata. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dialas dengan kertas roti dan diolesi margarin, ratakan. Taburi atasnya dengan irisan kacang almond.
5. Panggang di dalam oven bertemperatur 170 derajat celcius selama 45 menit atau hingga kue matang. Angkat. Potong-potong. atur di dalam piring saji, hidangkan.

Saran:
Karena tektur brownies ini sangat lembut dan rapuh, sebelum dipotong, sebaiknya dimasukkan ke kulkas +-30 menit agar lebih set, supaya tidak hancur saat dipotong.

Selamat mencoba yaa....
Oh ya, ini hasil brownies yang saya buat.... menuju potongan2 terakhir masuk perut... :))